Jumat, 28 Januari 2011

STUDI PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA KELAS VI MI AL-KHAIRIYAH TALANGPADANG MATA PELAJARAN FIQIH MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Penegasan Judul
Untuk lebih memudahkan pembahasan maupun untuk menghindari kekeliruan penafsiran terhadap judul Skripsi
“STUDI PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA KELAS VI MI AL-KHAIRIYAH TALANGPADANG MATA PELAJARAN FIQIH MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TAHUN PELAJARAN 2008-2009”.
Maka penulis merasa perlu untuk menjelaskan penegasan sebagai berikut:
1.      Studi
Penelitian ilmiah, kajian, telaah[1]
Yang dimaksud studi dalam proposal ini adalah penelitian ilmiah tentang cara peningkatan kualitas belajar siswa kelas VI MI. Al-Khairiyah Talangpadang Mata Pelajaran Fiqih melalui penerapan pembelajaran kooperatif.
2.         Peningkatan
Proses, perbuatan, cara meningkatkan (usaha kegiatan dan sebagainya).[2]
Jadi yang dimaksud dengan peningkatan adalah cara meningkatkan kualitas belajar siswa kelas VI MI. Al-Khairiyah Talangpadang Mata Pelajaran Fiqih melalui penerapan pembelajaran kooperatif.
3.         Kualitas Belajar
Kualitas adalah Derajat atau taraf kepandaian kecakapan dan sebagainya.[3] Sedangkan Belajar adalah Berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.[4]
Menurut Oemar Hamalik : “Belajar adalah suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan”[5]
Menurut Suparta dan Herry Noer Ali : “Belajar mengandung arti perubahan dalam diri seseorang yang telah melakukan perbuatan belajar”[6].
Jadi yang dimaksud dengan kualitas belajar adalah derajat atau taraf untuk berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu
4.      Siswa
Murid (terutama pada tingkat sekolah dasar dan menengah) pelajar[7] menurut oemar hamalik murid suatu organisme yang hidup, yang mereaksi, berbuat, dan sebagainya yang memiliki suatu kebutuhan, minat, kemampuan, intelek dan masalah-masalah tertentu, yang bersifat aktif dan unik[8]
Jadi yang dimaksud dengan siswa disini adalah murid atau pelajar atau manusia yang memiliki keinginan, kebutuhan dan intelektualitas.
5.      MI Al-Khairiyah Talangpadang
Tempat dimana penulis melakukan penelitian
MI atau Madrasah Ibtidaiyah adalah tingkatan setara dengan Sekolah Dasar (SD) yang ada di Lembaga Pendidikan Islam, yang bersifat Formal.
6.      Fiqih
Fiqih adalah ilmu tentang hukum islam[9] fiqih yang dimaksud disini adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di MI Al-Khairiyah Talangpadang
7.      Pembelajaran
Pembelajaran adalah Proses Menjadikan Orang atau makhluk hidup belajar[10]
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik

8.      Kooperatif
Bersifat kerjasama[11], Pembelajaran Kooperatif merupakan model pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok kecil, saling membantu dalam memahami materi pelajaran, menyelesaikan tugas atau kegiatan lain agar semua dalam kelompok mencapai hasil yang tinggi. [12]
Selain  itu, menurut Ibrohim Muslimin menyatakan bahwa  :
“Model Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang menuntut kerjasama siswa dan saling ketergantungan dalam struktur tugas”.[13]
Berdasarkan Penegasan judul diatas dapat disimpulkan bahwa peneilitian ini adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui cara meningkatkan kualitas belajar mata pelajaran fiqih melalui pendekatan penggunaan metode kerjasama / kooperatif pada kelas VI MI Al-Khairiyah Talangpadang tahun pelajaran 2008/2009.

B.     Alasan Memilih Judul
1.    Adanya variasi nilai atau kualitas belajar Mata Pelajaran Fiqih kelas VI         MI.    Al-Khairiyah yang masih rendah.
2.    Hasil belajar siswa akan lebih baik apabila ada upaya pembinaan pembelajaran setiap guru, sehingga motivasi tinggi sebagaimana yang diinginkan untuk mencapai kualitas yang optimal.
3.    Betapa tinggi dan pentingnya mata pelajaran Fiqih untuk dipelajari karena membahas ajaran Islam tentang cara – cara manusia melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

C.          Latar Belakang Masalah
Menciptakan suatu pendidikan yang baik tidak akan terlepas dari kegiatan belajar mengajar yang dirumuskan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran, dalam kegiatan belajar mengajar perlu dipikirkan bagaimana pendekatan yang akan digunakan agar sesuai dengan materi yang akan disampaikan atau diberikan. Dengan demikian tujuan yang akan dicapai atau diinginkan dalam pengajaran tersebut mudah tercapai.

Selain itu perlu di perhatikan agar apa yang didapatkan siswa dari hasil belajar lebih permanen atau bertahan lama dalam ingatannya. Maksudnya, siswa tidak mudah melupakan apa yang diperolehnya sebagai hasil belajar. Hal ini, sangat penting karena materi pelajaran yang disusun berdasakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sebelumnya telah dibuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah tersusun dan sistematis.
Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari tentu saja seorang guru ingin selalu berhasil dalam pengajarannya. Semua ilmu pengetahuan, kecakapan dan keterampilan yang diajarkan kepada siswanya diharapkan dapat diterima, dicamkan, diingat dan diproduksikan oleh siswa. Bukanlah hal yang mudah untuk memperoleh hasil pengajaran seperti harapan yang telah dicita—citakan oleh guru. Mengajar suatu pelajaran meminta guru suatu usaha yang memerlukan pengorganisasian yang matang dari semua komponen dalam suatu situasi belajar mengajar.
Komponen itu adalah tujuan, materi, metode, perlengkapan, media dan alat evaluasi dalam kegiatan belajar mengajar, komponen tersebut memegang peranan yang sangat penting.
Salah satu strategi dan metode belajar mengajar yang dapat diterapkan untuk meningkatkan berbagai bentuk tingkah laku positif pada siswa melalui metode pembelajaran kooperatif, metode kooperatif akan memberikan kesempatan secara penuh untuk membuktikan seluruh potensi yang ada. pembelajaran yang dianjurkan adalah pembelajaran dengan pendekatan kelompok yang berbasis pada keterampilan proses dan aktivitas siswa yang berorientasi pemecahan masalah berdasarkan pengamatan dan diskusi dengan menggunakan metode ilmiah untuk memahami prinsip dan pola interaksi dalam ekosistem. Dengan demikian, pembelajaran yang mungkin dilakukan adalah pembelajaran yang berorientasi pemecahan masalah berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi kelompok yang identik dengan model pembelajaran kooperatif.
Berdasarkan pra penelitian yang penulis lakukan pada siswa kelas VI semester Ganjil MI Al-Khairiyah Sinarbanten Talangpadang Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2008/2009 dengan mewawancarai salah satu guru mata pelajaran Fiqih kelas VI di sekolah tersebut di peroleh informasi bahwa kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Fiqih telah berjalan lancar, pemberian materi pelajaran sesuai dengan Kurikulum KTSP mata pelajaran Fiqih.
Begitu pula dengan penyediaan sarana prasarana berupa perpustakaan serta buku-buku pokok dan buku penunjang pelajaran Mata Pelajaran Fiqih cukup memadai. Guru Mata Pelajaran Fiqih di madrasah tersebut pun memilki kualifikasi yang memadai.
Semua sarana dan prasarana yang tersedia tersebut diharapkan dapat membantu siswa untuk mendapatkan kualitas belajar yang tinggi dalam Mata Pelajaran Fiqih. Namun, ternyata dari legher untuk kelas VI semester  ganjil nilai terendah 6 dan nilai Sedang 7 dan nilai tertinggi 8 dengan jumlah siswa 71 orang, untuk lebih jelasnya ditunjukkan dalam tabel berikut :.
Adapun nilai prestasi siswa MI Al-Khairiyah Talangpadang adalah :

Tabel 1. Data Hasil Belajar Fiqih MI Al-Khairiyah Talangpadang Kab.Tanggamus Tahun Pelajaran 2008/2009 semester ganjil.
No
Predikat
Nilai
Jumlah
Persentase
1.
2.
3.
4.
Tinggi
Sedang
Rendah
Kurang
75 - ….
65 – 74
55 – 64
> 54
11
21
23
16
15 %
30 %
32 %
23 %
Jumlah
71
100%

Dari data di atas diperoleh gambaran bahwa kualitas belajar Fiqih pada siswa masih rendah. Rendah kualitas belajar Fiqih disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya faktor yang dapat mempengaruhi adalah penggunaan model kooperatif yang telah ditetapkan guru, untuk itu penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut variabel diatas, melalui sebuah penelitian yang diberi judul
“STUDI PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA KELAS VI MI AL-KHAIRIYAH TALANGPADANG MATA PELAJARAN FIQIH MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TAHUN PELAJARAN 2008-2009”.

D.          Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah identifikasi masalah maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
“Apakah ada peningkatan kualitas belajar siswa MI Al-Khairiyah Talangpadang mata pelajaran fiqih melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif Tahun Pelajaran 2008-2009”.

E.           Hipotesis
“Hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar atau mungkin juga salah, dia akan ditolak jika salah atau palsu dan akan diterima jika fakta-fakta membenarkannya”[14]
Menurut Suharsimi Arikunto
“Hipotesis harus didukung dengan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yang relevan”[15]
Berdasarkan pengertian diatas maka hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah ada peningkatan kualitas Belajar Fiqih siswa kelas VI MI Al-Khairiyah Talangpadang Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2008/2009.

F.           Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.                Tujuan Penelitian
1     Untuk mengetahui Kualitas belajar siswa MI Al-Khairiyah Talangpadang Tahun Pelajaran 2008/2009.
2     Untuk mengetahui metode pembelajaran kooperatif Mata Pelajaran Fiqih membawa dampak dan pengaruh yang positif di MI Al-Khairiyah TalangpadangKabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2008/2009.
3     Untuk Mengetahui peningkatan kualitas belajar mata pelajaran fiwih siswa MI Al-Khairiyah Talangpadang Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2008/2009.
2.                Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna ;
a.       Bagi guru dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan alternative pilihan dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan bagi siswa serta dapat membiasakan siswa melakukan bentuk kerjasama dalam proses belajar mengajar di sekolah.
b.      Bagi siswa, dengan pengalaman belajar melalui model pembelajaran kooperatif dapat terbiasa melakukan kerjasama terutama dalam kelompok kecil untuk memecahkan masalah yang dihadapi terutama dalam hal belajar.
c.       Bagi penulis sendiri, dengan adanya penelitian ini menambah wawasan atau pengetahuan khususnya dalam menyusun skripsi untuk menyelesaikan studi di STAI Ma’arif Metro – Lampung.


G.          Metode Penelitian
Dalam metode penelitian ini penulis akan menguraikan tentang jenis dan sifat penelitian, disamping juga membahas tentang populasi.
1.            Jenis dan Sifat penelitian.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kancah atau lapangan, (field research) yang berusaha secara maksimal mengungkapkan fakta, lapangan dan kuantitatif melalui metode ilmiah dengan teknik pengumpulan data maupun analisis data yang jelas pula.
Sedangkan sifat penelitiannya adalah prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati[16]
Dengan demikian dapat disimpulkan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dapat diartikan sebagai penelitian lapangan yang berusaha untuk mengungkapkan gejala atau fenomena suatu objek tertentu sekaligus untuk mengembangkan atau mendeskripsikan fenomena tertentu sesuai apa adanya.
2.            Populasi
Populasi Menurut Hadari Nawawi dalam Metodologi Penelitian Pendidikan yang dikutip oleh S Margono
“Populasi adalah keseluruhan objek penelitian, yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala nilai tes atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian.”.[17]

Populasi Menurut Suharsimi Arikunto
“Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian, apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya adalah penelitian populasi, studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus[18]

Berdasarkan  pendapat  diatas maka yang dimaksud dengan populasi adalah sejumlah individu yang diteliti dalam suatu penelitian, sehingga penulis menentukan populasi penelitian ini adalah seluruh Siswa Kelas VI yang terdiri dari Kelas VI.a = 35 siswa dan Kelas VI.b = 36 siswa jadi jumlah keseluruhan adalah 71 siswa di MI Al-Khairiyah Talangpadang ditambah satu guru Mata Pelajaran Fiqih jadi penelitian ini adalah penelitian yang kurang dari 100 orang, semua populasi akan diteliti jadi penelitian ini adalah penelitian populasi.
3.      Metode Pengumpulan Data.
a.       Metode Observasi.
Menurut S. Margono pengertian observasi adalah “Pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.[19]
Berdasarkan pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa observasi adalah melaksanakan pengamatan kepada objek yang akan diselidiki dengan sistematis.
Metode ini digunakan sebagai penunjang untuk mengamati dan mengadakan pencatatan tentang jumlah siswa dan guru, mengamati tentang peningkatan kualitas belajar siswa melalui penggunaan Metode pembelajaran Kooperatif yang dialaksanakan di tempat penelitian.
Adapun yang menjadi sasaran dari metode ini adalah Kepala Sekolah, Kepala Staf Tata Usaha, Guru Mata Pelajaran Fiqih.
b.      Metode Interview
Metode Interview adalah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula, ciri utama dari interview adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dengan sumber informasi untuk memperoleh informasi yang tepat dan objektif.[20]

Dari kutipan tersebut maka Metode Interview merupakan suatu metode yang dilakukan penelitian untuk mengumpulkan suatu keterangan, fakta atau data melalui tanya jawab langsung atau berhadap muka dengan orang yang dibutuhkan, metode ini di tujukan kepada guru Fiqih, kepada sekolah dan siswa guna mengetahui tentang proses belajar mengajar.
c.       Metode Tes
Menurut Suharsimi Arikunto, tes adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi. Untuk mengukur dasar antara lain tes untuk mengukur intelegensi (IQ), tes minat, tes bakat khusus dan sebagainya, sedangkan untuk mengukur prestasi belajar yang biasa digunakan di sekolah dapat di bedakan menjadi dua yaitu tes buatan guru dan tes standar[21]

Dalam melakukan metode tes ini penulis lakukan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kualitas belajar mata pelajarn fiqih siswa kelas VI melalui penggunaan metode pembelajaran kooperatif. tersebut diberikan terhadap siswa yang menjadi objek penelitian.
d.      Metode Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti barang-barang tertulis. Didalam penggunaan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan notulen rapat, agenda, catatan harian dan sebagainya.[22]
Melalui metode ini peneliti dapat mengungkapkan dengan catatan sejarah singkat MI Al-Khairiyah Talangpadang Kabupaten Tanggamus, keadaan sarana prasarana gedung, keadaan guru dan kualitas belajar siswa maupun benda-benda lain yang dapat dicatat dan dilaporkan dalam penelitian ini secara lengkap data mendetail
4.      Metode Analisis Data
Untuk  mengetahui  analisis  data  kualitatif  berupa  angka-angka yang
diperoleh melalui test maka peneliti menggunakan Rumus Product Moment dengan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
rXY               : Angka indeks korelasi “r” Product Moment
n                 : Number of Cases (jumlah siswa diteliti)
åXY          : Jumlah hasil perkalian skor X dan Y
åX             : Jumlah skor X
åY             : Jumlah skor Y [23]
Sedangkan untuk kreteria uji, menggunakan kreteria presentasi nilai koefisien dari Anas Sudijo dalam bukunya “Statistik pendidikan”
0,00 – 0,20             adalah sangat kurang
0,21 – 0,40             adalah kurang
0,41 – 0,70             adalah cukup atau sedang
0,71 – 0,90             adalah baik atau tinggi
0,91 – 1,00             adalah sangat baik atau sangat tinggi[24]

H.    DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL  
ABSTRAK  
HALAMAN PERSETUJUAN  
PENGESAHAN  
MOTTO
PERSEMBAHAN  
RIWAYAT HIDUP  
KATA PENGANTAR  
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Penegasan Judul   
B.     Alasan Memilih Judul 
C.     Latar Belakang Masalah 
D.    Rumusan Masalah 
E.     Hipotesis 
F.      Tujuan Dan Kegunaan Penelitian 
G.    Metode Penelitian 
BAB II LANDASAN TEORI
  1. Kualitas Belajar
1.      Pengertian Kualitas Belajar 
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas belajar 
3.      Aspek-aspek kualitas belajar
  1. Model Pembelajaran Kooperatif
1.              Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif
2.              Ciri – ciri model Pembelajaran Kooperatif
3.              Langkah – langkah model Pembelajaran Kooperatif
4.              Kelebihan dan Kekurangan model Pembelajaran Kooperatif
  1. Mata Pelajaran Fiqih
1.      Pengertian Mata Pelajaran Fiqih
2.      Dasar dan Tujuan Mata Pelajaran Fiqih
3.      Materi pelajaran Fiqih Kelas VI
BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN
A.    Deskripsi tentang Lokasi Penelitian
1.      Sejarah Singkat MI Al-Khairiyah Sinarbanten Talangpadang
2.      Keadaan Guru dan Karyawan MI Al-Khairiyah Sinarbanten Talangpadang
3.      Keadaan Siswa MI Al-Khairiyah Sinarbanten Talangpadang
4.      Keadaan Sarana dan Fasilitas Madrasah
5.      Struktur Organisasi Sekolah
B.     Kualitas Belajar Mata Pelajaran Fiqih kelas VI MI Al-Khairiyah Talangpadang  Tahun Pelajaran 2008/2009
C.     Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif  bidang studi fiqih Kelas VI MI Al-Khairiyah Talangpadang Tahun pelajaran 2008/2009
D.    Peningkatan Kualitas Belajar siswa Kelas VI MI Al-Khairiyah Talangpadang Mata Pelajaran Fiqih Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif.
BAB IV ANALISIS DATA
BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN PENUTUP
A.     Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


[1] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan., Kamus Besar Bahasa Indonesia,Jakarta, Balai Pustaka,1998 hal 965
[2] Ibid, , Hal  1060
[3] Ibid, , Hal  532
[4] Ibid, 1998 Hal 14
[5] Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar,Jakarta, Bumi Aksara, 2001, Hal  27
[6] Suparta, Herry Noer Ali, Metodelogi Pengajaran Agama Islam, Jakarta, Amissco, 2002 Hal 27
[7] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan., Op.Cit Hal 953
[8] Oemar Hamalik, Op.Cit, Hal  101
[9] Ibid, 1998, hal 276
[10] Ibid, 1998 Hal 15
[11] Ibid, 1998 Hal 662.
[12] Slavin, Cooperative Learning, 1997, hal. 24
[13] Ibrohim Muslimin, Dkk, Pembelajaran Kooperatif, Universitas Negeri Swalaya, 2000, hal 63
[14] S Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta, 2007, Hal 63
[15] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik,Yogyakarta, Rineka Cipta, 2006 Hal 66
[16] S Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta, 2007, Hal 36
[17] ibid, 118
[18] Suharsimi Arikunto., Op.Cit. hal 115
[19] S. Margono, Op.Cit, 158
[20] ibid, 165
[21] Suharsimi Arikunto,Op-Cit, 2006, Hal 223
[22] S. Margono ,Op-Cit, 2007, Hal 181
[23] S. Margono ,Op-Cit, 2007, Hal 209
[24] Anas Sudijono ,Statistik Pendidikan, Raja Grafindo Persada, 1987, Hal 193

Info dan pemesanan bab berikutnya hubungi :
azk1a@yahoo.co.id

0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites