Senin, 05 Maret 2012

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX MADRASAH TSANAWAIYAH NURUL HUDA PULAUPANGGUNG KECAMATAN PULAUPANGGUNG KABUPATEN TANGGAMUS PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS TAHUN PELAJARAN 2008/2009 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX MADRASAH TSANAWAIYAH NURUL HUDA PULAUPANGGUNG KECAMATAN PULAUPANGGUNG KABUPATEN TANGGAMUS PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS TAHUN PELAJARAN 2008/2009


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX MADRASAH TSANAWAIYAH NURUL HUDA PULAUPANGGUNG KECAMATAN PULAUPANGGUNG KABUPATEN TANGGAMUS PADA MATA PELAJARAN
AL-QUR’AN HADITS TAHUN PELAJARAN 2008/2009



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Penjelasan Judul
Untuk menghilangkan kesalah pahaman dalam memahami maksud judul skripsi ini, maka penulis terlebih dahulu akan menguraikan bebrapa kata  atau istilah yang berkaitan dengan judul skripsi ini. Skripsi ini berjudul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX MADRASAH TSANAWIYAH NURUL HUDA PULAUPANGGUNG KECAMATAN PULAUPANGGUG kabupaten tanggamus PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS tahun pelajaran 2008/2009”. Adapun penjelasannya sebagai berikut :
1.      Faktor
Dalam kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa faktor berarti : Keadaan, pristiwa yang ikut menyebabkan  (mempengeruhi) terjadinya sesuatu. [1]
Dalam kamus bahasa inggris, disebutkan bahwa faktor dari kata factor artinya : faktor, unsur. [2]
2.      Motivasi
Dalam buku Psikologi Pendidikan, Nuhi Nasution menjelaskan bahwa “Motivasi     adalah    kondisi    psikologis    yang mendorong seseorang untuk
melakukan sesuatu”.[3]
M. Ngalim Purwanto dalam buku Psikologi Pendidikan menjelaskan bahwa ”Motivasai adalah pendorong, sesuatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu, sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu”. [4]

Sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan bahwa “ Motifasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan dengan tujuan tertentu”. [5]
Dalam beberapa pengertian tersebut dapat dipahami bahwa yang dimaksud motivasi adalah dorongan dari dalam maupun dari luar diri seseorang, untuk melakukan sesuatu tindakan karena ingin mencapai tujuan yang ingin dikehendaki.
3.      Belajar
Menurut Oemar Hamalik :
“Belajar adalah suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan”[6]
Menurut Suparta dan Herry Noer Ali :
“Belajar mengandung arti perubahan dalam diri seseorang yang telah melakukan perbuatan belajar”[7]
Dalam beberapa definisi tersebut dapat penulis pahami bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah setiap aktivitas yang menghasilkan perubahan dalam keperibadian yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, dan pengertian  baru yang terjadi dalam waktu yang relative lama dan karena adanya usaha yang nyata.
4.      Siswa
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa yang dimaksud dengan siswa adalah “murid (terutama pada tingkat Sekolah Dasar Menengah dan Atas), siswa disebut juga dengan pelajar.” [8]
Sedangkan yang dimaksud siswa dalam penelitian ini adalah siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus, yang berciri khas Islam.
5.      Madrasah Tsanawiyah
Marasah Tsanawiyah adalah sekolah Menegah Pertama yang berciri khas Islam, berada dibawah naungan Departemen Agama Republik Indonesia, Madrasah Tsanawiyah setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
6.      Nurul Huda
Nurul Huda adalah nama yayasan yang mengelola Pendidikan di Desa Tekad Kecamatan Pulaupanggung, adapun nama lengkap yayasan tersebut adalah Yayasan Pengembangan Pendidikan Nurul Huda yang  beralamat di Desa Tekad Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus.
7.      Tekad Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus
Tekad adalah nama desa tempat sekolah tesebut berada. Tekad berada di Kecamatan Pulaupanggung. Kabupaten Tanggamus adalah nama kabupaten yang berada diprovinsi lampung.
8.      Al-Qur’an
Menurut Drs. H. Muhammad Rifa’i dalam kitab Ilmu Fiqih Islam Lengkap, menjelaskan bahwa al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT yang merupakan mu’jijat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai sumber hukum dan  pedoman hidup  bagi pemeluk slam,  jika dibaca  menjadi
ibadah kepada Allah SWT. [9]
Sedangkan menurut Prof. Dr. M. Rachmat Syafe’i, MA dalam kitab Ushul Fikih menjelaskan bahwa :
“Al-Qur’an dalam segi bahasa merupakan bentuk masdar dari kata qara’a yang berarti bacaan atau yang dibaca. Adapun secara terminology al-Qur’an adalah  kalam Alllah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam Bahasa Arab yang diwakilkan kepada generasi sesudah secara mutawatir, membacanya merupakan ibadah, tertulis dalam mushaf, dimulai dari surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Naas”. [10]

Dari  beberapa penjelasan dari ahli, maka penulis dapat menjelaskan bahwa al-Qur’an   adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, sebagai pedoman umat Islam dan bagi yang membacanya sebagai ibadah dan mendapat pahala.  
9.      Hadits
Menurut H. Muhammad Rifa’i dalam kitab Ilmu Fikih Islam Lengkap, dijelaskan bahwa : “Hadits/sunah adalah perkataan, perbuatan, takrir atau penetapan Nabi Muhammad SAW.”[11] Hadits sebagai sumber hukum Islam yang kedua setelah al-Qur’an.
     Sedangkan menurut H. Rachmat Safe’i daalm kitab Ilmu Ushul Fiqih menjelaskan bahwa :
“Hadits atau sunah adalah  jalan yang biasa dilalui atau suatu cara yang senantiasa dilakukan tanpa mempermasalahkan, apakah cara tersebut baik atau buruk.  Hal tersebut jika ditinjau dari segi bahasa, sedangkan menurut terminology hadits/sunah adalah segala yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW berupa perkataan, perbuatan, dan takrir (ketepatan yang terkait dengan hukum)”. [12]
    
Dalam hal ini maka penulis berkesimpulan bahwa hadits adalah ucapan, perbuatan, takrir (penetapan) Nabi Muhammad SAW. Hadits merupakan hukum Islam yang kedua setelah Al-qur’an.

B.    Alasan Memilih Judul
Adapun alasan atau pertimbangan yang mendasari penulis memilih judul adalah sebagai berikut :
1.                Keberhasilan belajar antara lain ditentukan oleh ada atau tidak adanya motivasi belajar.
2.                Penulis ingin mengetahui faktor apa saja yag mempengaruhi motivasi belajar siswa, khususnya pada  kelas  ix madrasah tsanawiyah tekad  pulaupanggung kecamatan pulaupanggung kabupaten tanggamus  tahun pelajaran 2008/2009.
3.                Madrasah tsanawaiyah tekad merupakan salah satu lembaga pendidikan ditekad yang cukup baik perkembangannya, baik kondisi bangunannya maupun keadaan siswanya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melihat dari dekat dan mengadakan penelitian dalam rangka penyusunan skripsi dengan mengambil judul tersebut di atas.
4.                Situasi belajar mengajar pada sekolah/madrasah tersebut cukup kondusif. Mereka (para siswa) dapat menggunakan waktu sebaik-baiknya, masuk sekolah pada pukul 07.30 dan berakhir pada pukul 13.00, kondisi ini berjalan secara kontinue. Para siswa menjaga keefektifan belajar.
5.                Demikian juga para pengajar/guru, dapat sebagai contoh bagi siswanya. Tidak perlu dengan kekerasan, siswa dengan rasa tanggung jawab mengikuti aturan atau nasihat gurunya. Perakatan yang memadai dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Lingkungan sekolah tersebut adalah lingkungan pondok pesantren, seingga turut mewarnai kehidupan di sekolah madrasah Tsanawiyah itu.

C.    Latar Belakang Masalah
Belajar merupakan salah satu tugas/kewajiban dalam hidup manusia. Belajar juga salah satu kebutuhan hidup manusia. Belajar merupakan hal yang sangat penting, dengan belajar seseorang akan menambah pengetahuan, wawasan, keterampilan belajar. Belajar termasuk salah satu syarat untuk dapat meraih kesuksesan hidup, baik didunia maupun diakhirat.
Dalam ajaran Islam, belajar/menuntu ilmu benar-benar sangat diutamakan. Di dalam al-Qur’an disebutkan pada surat Al-Alaq ayat 1-5 :
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ (١) خَلَقَ اْلإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢) اِقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ (۳)
 اَّلذِيْ عَلَّمِ بِاْلقَلَمِ (٤) عَلَّمَ اْلإِنْسَانَ مَالمَ ْيَعْلَمْ (٥)
Artinya :” Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (Q.S Al-Alaq : 1-5) [13]

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT yang menciptakan manusia memerintahkan kepada manusia muntuk membaca, dengan membaca maka beratambah ilmu pengetahuan dan wawasan seseorang. Pengertian membaca mengandung makna yang sangat dalam yaitu : meneliti, merenungkan, mengamati dan lain sebagainya. Didalam ayat tersebut  diulang untuk membaca berarti menekankan agar semakin meresap dalam jiwa manusia.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebut tentang arti membaca sebagai berikut : “ melihat serta memahami dari sisi yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dihati),  mengeja atau melafalkan apa yang tertulis, mengucap, mengetahui, meramal, menduga, memperhitungkan, memahami” [14]
Perintah membaca tersebut mengandung maksud bahwa manusia jangan sampai buta huruf, berarti manusia harus bisa membaca. Disamping pandai membaca, manusia juga harus pandai menulis. Kepandaian membaca dan menulis harus menjadi milik manusia. Bahkan Allah SWT menghendaki tidak hanya membaca menulis saja, tetapi Allah SWT menghendaki untuk mengajarkan kepada manusia, apa-apa yang belum diketahui. Oleh karena itu Allah SWT memberikan fikiran kepada manusia agar dapat digunakan sebagai mana mestinya sesuai dengan kemempuan masing-masing. Hal ini sejalan dengan apa yang pernah diutarakan oleh H.M Arifin dalam Buku Ilmu Pendidikan Islam
“Agar mamapu membaca dengan tepat dan mendalami, tuhan memberikan kecerdasan berfikir dan menganalisa gejala alam. Untuk itu tuhan senantiasamendorong manusia agar memfungsika akal fikiranya untuk menganalisa tanda-tanda kekuasaan Nya. Tidak kurang dari 300 kali tuhan menyebutkan motivasi berfikir dalam kitab suci Al-qur’an”.[15]

Menyadari akan pentingnya belajar / menuntut ilmu, maka siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda tampak giat (cukup berminat) di dalam belajar / menuntut ilmu. Sebagian siswa, disamping belajar di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda mereka juga belajar di TPA di waktu malam hari, sebab di Desa Tekad sendiri terdapat TPA putra dan putri yang letaknya berdekatan dengan Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda, kurang lebih berjarak 150 m, ini menunjukkan adanya minat belajar yang cukup tinggi, mereka tinggal tidak jauh dari TPA dan untuk bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Pulaupanggung.
Berawal dari kajian tentang minat belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda yang begitu besar untuk belajar / menuntut ilmu, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang motivasi siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda dalam belajar, khususnya mata pelajaran al-Qur’an Hadits. Motivasi siswa dalam belajar tentu ada faktor-faktor pendorongnya, maka penulis lebih tertarik untuk mengkaji lebih dalam faktor-faktor apa yang mempengaruhi motivasi siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda dalam belajar al-Qur’an Hadits khususnya siswa kelas IX untuk tahun ajaran 2008/2009.
D.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut “Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Tekad Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus pada mata pelajaran al-Qur’an Hadits Tahun Pelajaran 2008/2009”.

E.     Hipotesis
“Hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar atau mungkin juga salah, dia akan ditolak jika salah atau palsu dan akan diterima jika fakta-fakta membenarkannya”[16]
Menurut Suharsimi Arikunto “Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul”[17]
Sudjana mengatakan “Hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai sesuatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hhal itu yang sering dituntut untuk melakukan pengecekan.”[18]
Berdasarkan pengertian diatas maka hipotesis adalah dugaan sementara mengenai sesuatu yang menjadi permasalahan dalam suatu penelitian yang patut diuji kebenarannya, adapun hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian : “Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Tekad Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus pada mata pelajaran al-Qur’an Hadits Tahun Pelajaran 2008/2009”. adalah :
1.      Faktor Intrinsik
Faktor intrinsik yaitu tentang adanya kemauan dan kesadaran dari diri siswa akan pentingnya ilmu pengetahuan khususnya pelajaran al-Qur’an Hadits.
2.      Faktor Ekstrinsik
a.       Adanya dukungan dari orang tua/wali dan guru-guru agar siswa giat belajar.
b.      Adanya kegiatan lomba cepat tepat mata pelajaran al-Qur’an Hadits yang dilaksanakan setiap akhir semester.

F.     Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : “untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Tekad Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus pada mata pelajaran al-Qur’an Hadits Tahun Pelajaran 2008/2009”
Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
  1. Untuk menambah wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar al-Qur’an Hadits, khususnya siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Tekad Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus.
  2. Sebagai sumbangan nyata bagi Madrasat Tsanawiyah Nurul Huda Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus, tentang hal-hal yang terjadi pada Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda khususnya tentang motivasi belajar.

G.    Metode Penelitian
Dalam metodelogi penelitian ini penulis akan menguraikan tentang jenis dan sifat penelitian, disamping juga membahas tentang populasi.
1.      Jenis dan Sifat penelitian.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kancah atau lapangan, (field research) yang berusaha secara maksimal mengungkapkan fakta, lapangan dan kuantitatif melalui metode ilmiah dengan teknik pengumpulan data maupun analisis data yang jelas pula.
Sedangkan sifat penelitiannya adalah penelitian kualitatif S Margono menjelaskan bahwa “penelitian kualitatif adalah prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati”[19]
Dengan demikian dapat disimpulkan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dapat diartikan sebagai penelitian lapangan yang berusaha untuk mengungkapkan gejala atau fenomena suatu objek tertentu sekaligus untuk mengembangkan atau mendeskripsikan fenomena tertentu sesuai apa adanya.
2.      Populasi
Populasi Menurut Hadari Nawawi dalam Metodologi Penelitian Pendidikan yang dikutip oleh S Margono
“Populasi adalah keseluruhan objek penelitian, yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala nilai tes atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian.”.[20]

Populasi Menurut Suharsimi Arikunto
“Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian, apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya adalah penelitian populasi, studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus[21]

Berdasarkan pendapat di atas maka yang dimaksud dengan populasi adalah sejumlah individu yang diteliti dalam suatu penelitian, sehingga penulis menentukan populasi penelitian ini adalah seluruh Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 24 siswa ditambah satu orang guru bidang studi Al-Qur’an hadist, jadi penelitian ini adalah penelitian yang kurang dari 100 orang, semua populasi akan diteliti jadi penelitian ini adalah penelitian populasi.
3.      Metode Pengumpulan Data.
Metode yang digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :
a.    Metode Observasi.
Menurut S. Margono pengertian observasi adalah “Pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.[22]
Suharsimi arikunto menjelaskan ”Bahwa observasi bukanlah sekedar mencatat, tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian kedalam suatu skala bertingkat”[23]
Berdasarkan pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa observasi adalah melaksanakan pengamatan kepada objek yang akan diselidiki dengan sistematis. Jadi melalui metode observasi peneliti dapat secara langsung mengamati bagaimana keadaan yang sebenarnya anak sekolah. Juga keadaan lingkungan belajar dan sarana prasarana belajar siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda.
b.    Metode Interview
“Metode Interview adalah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula, ciri utama dari interview adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dengan sumber informasi untuk memperoleh informasi yang tepat dan objektif”.[24]

Dari kutipan tersebut maka Metode Interview merupakan suatu metode yang dilakukan penelitian untuk mengumpulkan suatu keterangan, fakta atau data melalui tanya jawab langsung atau berhadap muka dengan orang yang dibutuhkan, metode ini di tujukan kepada Guru al-Qur’an Hadits, kepala  sekolah,  guna  mengetahui  Sejauh   mana   motivasi  belajar  siswa khususnya mata pelajaran al-Qur’an Hadits.

c.    Metode Kuesioner
Yang dimaksud kuesioner adalah proses pengumpulan data dengan cara memberikan daftar pertanyaan kepada responden agar dijawab sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
Jenis kuesioner yang dipakai di dalam penelitian ini adalah kuesioner langsung dan tak langsung . Kuesioner langsung yaitu “daftar pertanyaan yang diajukan kepada seseorang untuk meminta keterangan kepada dirinya sendiri”[25]. Kuesioner tak langsung adalah “daftar pertanyaan yang ditujukan kepada seseorang untuk meminta keterangan untuk orang lain” [26]
Kuesioner ini ditujukan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa pada mata pelajaran al-Qur’an Hadits tersebut diberikan terhadap siswa yang menjadi objek penelitian.
d.       Metode Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata document yang berarti barang-barang tertulis.
Di dalam penggunaan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan notulen rapat, agenda, catatan harian dan sebagainya.[27]
Melalui metode ini peneliti dapat mengungkapkan dengan catatan sejarah singkat Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus, keadaan sarana dan prasarana gedung, keadaan guru dan motivasi siswa maupun benda-benda lain yang dapat di catat dan di laporkan dalam penelitian ini secara lengkap data mendetail
4.      Metode Analisis Data
Dalam teknik analisa data, penulis mengolah hasil wawancara dan observasi dengan mendeskripsikannya kemudian menganalisa dan menyimpulkannya. Kemudian data yang diperoleh dari angket, diseleksi dan disusun. Setelah itu data-data diklasifikasikan lalu dilakukan analisis data.
Dalam hal ini jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif yang kemudian diubah menjadi data kuantitatif dengan meggunakan rumus  statistik prosentase.
Adapun rumus yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
 


Keterangan :
P = prosentase
F = frekuensi
N = jumlah responden.
Data yang didapat dari setiap item pertanyaan akan dibuat satu tabel yang didalamnya langsung dibuat frekuensi dan prosentase, setelah itu penulis menganalisa dan menginterpretasikan data tersebut.
Dengan demikian, akan diketahui hasil penelitian ini secara pasti dan benar sesua dengan rumusan penelitian yang dibahas.


[1] Depdikbud RI, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1998 Hal 273.
[2] Meindar, Kamus Bahasa Inggris, Surabaya:Tiga Dua, 1991, Cet. I Hal 92.
[3] Nuhi Nasution, Psikologi Pendidikan, Jakarta, Dirjen Bimbingan Islam, 1992 Cet II, Hal 9
[4] Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Bandung, Remaja Rosdakarya, 1996 Cet XI,     Hal 71
[5] Depdikbud RI. Op.Cit, Hal 666
[6] Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar,Jakarta, Bumi Aksara, 2001, Hal  27
[7] Suparta, Herry Noer Ali, Metodelogi Pengajaran Agama Islam, Jakarta, Amissco, 2002 Hal 27
[8] Depdikbud RI,  Op.Cit, Hal 951.
[9] Muhammad Rifa’i, Ilmu Fikih Islam, Semarang, Thoha Putra, 1979
[10] Rachmat Rifa’i, Usul Fikih, Bandung, Pustaka Setia, Cet I, 1999, Hal. 49
[11] Muhammad Rifa’i, Op.Cit, Hal. 26.
[12] Rachmat Rifa’i, Op.Cit, Hal. 50.
[13] Moh Rifa’i , Al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang, Wicaksana, 1994, Hal. 1079.
[14] Depdikbud RI, Op.Cit, Hal 273.
[15] Arifin.M, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara, Cet. III, 1989 Hal 490.
[16] Margono S, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta, 2007, Hal 63
[17] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik,Jakarta, Rineka Cipta, 2006 Hal 71
[18] Sudjana, Metode Statistika,Bandung, Tarsito, 2005, Hal 219
[19] Margono S, Op.Cit, Hal 36
[20] Ibid, 118
[21] Suharsimi Arikunto., Op.Cit. hal 115
[22] Margono S, Op.Cit, 158
[23] Suharsimi Arikunto, Op Cit, 229
[24] Ibid, Hal 165
[25] Sutrisno Hadi, Metodologi Research Jilid 2, UGM Press, Yogyakarta, 1978, hal 156
[26] Ibid, hal 175
[27] Ibid, Hal 158

1 comments:

assalamualaikum......... pak bisa mintak yang bab 2 sama hasil penelitiannya

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites