Selasa, 28 Februari 2012

PENGGUNAAN METODE DRILL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI MI MASYARIQUL ANWAR HILIAN BAJI DESA TANJUNG KEMALA KECAMATAN PUGUNG KABUPATEN TANGGAMUS


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman dalam menetapkan dasar segala hukum, baik yang menyangkut hubungan antara hamba dengan Allah SWT, maupun hubungan antara hamba dengan sesama. Al-Qur’an merupakan sumber ajaran Islam yang pertama dan utama, setelah itu adalah As-sunnah.
Segala undang-undang atau peraturan dalam agarna Islam bersumber dari keduanya. Untuk itu, seorang muslim diharapkan rnarnpu membaca Al-Qur’an sebagai modal dasar untuk dapat memahami apa yang terkandung didalamnya.
Berkenaan dengan hal tersebut, maka seorang muslim sewajibnya dapat membaca Al-Qur’an kemudian mengajarkannya kepada yang belum bisa karena sebaik-baik seorang muslim adalah yang mempelajari A1-Qur’an dan mengajarkannya. Sabda Rasulullah Saw:
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّا نَ رَضِيَ الله ُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمُ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ (رواه البخاري)
Artinya : "Dari Utsman bin Affan ra. Berkata : Rosulullah SAW bersabda Sebaik-baik kamu (umut Islam) yaitu orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. (HR. Bukhori)”.[1]

Agar bisa memahami dan kemudian mengamalkan petunjuk dalam Al-Qur’an, tentulah harus terlebih dulu membacanya. Oleh karena, ketika Jibril membawa wahyu Allah yang pertama, maka wahyu itu tak lain adalah perintah untuk membaca :
اقِْرَأ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقْ  (العلق : ۱)
Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan[2]

Selain itu perintah membaca juga disebutkan dalam surat Al-Ankabut Ayat 45  :
اُتْلُ مَا أُوْحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ ( الانكبوت : ٤٥)
Artinya : Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan[3]

Belajar Al-Qur’an tidak hanya ditempat melalui belajar mandiri melainkan memerlukan guru, belajar membaca mandiri belum tentu mengetahui kedudukan masing-masing huruf, terlebih lagi cara membaca Al-Qur’an bersifat “Taufiqi” yakni menurut apa yang diajarkan Rasulullah SAW.
Disamping itu pembaca harus mengerti tata cara membaca Al-Qur’an, misalnya saja sebelum membaca Al-Qur’an harus berwudhu, duduk ditempat yang baik, Al-Qur’an ditempatkan pada posisi terbaik. Selain itu juga, membaca Al-Qur’an harus disertai dengan bacaan tajwid.
Dari penjelasan tentang kriteria cara membaca Al-Qur’an tersebut diatas, maka kemampuan membaca Al-Qur’an yang ditekankan dilingkungan pelajar dapat dikelompokkan menjadi beberapa hal, yaitu :
a.       Kemampuan pengucapan dan kecermatan.
b.      Kemampuan ilmu tajwid
c.       Adabu Tilawah
d.      dan kemampuan Indah bacaannya sesuai dengan jenis suara.
e.       Memperkenalkan dengan qira’ah sab’ah yang lebih menitik tekankan pada keindahan qir’ah tilawah.
Kemampuan membaca dari siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, adalah faktor guru khususnya guru Al-Qur’an Hadits. Salah satu yang penting untuk diketahui oleh guru adalah kemampuan menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran.

Pemilihan metode yang serasi dan seimbang bagi pelajaran dapat mempengaruhi keberhasilan seorang guru dalam menyajikan pelajaran kepada anak didiknya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa :

…” Seyogyanya para guru mestinya berusaha memilih metode yang serasi dan juga sedapat mungkin diselingi dengan yang haru sehingga para siswa merasakan adanya kesegaran ketika menerima pelajaran dalam kelas, mereka terhindar dari rasa bosan dan mengantuk. Pelajaran akan dirasakan tidak sulit dan disenangi berkat harmonisasi didalam pemakaian metode”.[4]

Dengan demikian jika metode pembelajaran yang digunakan oleh guru tepat dan serasi maka kemampuan membaca Al-Qu’an siswa  baik. Salah  satu  indikator    dari  keberhasilan  siswa  adalah  prestasi  belajar  yang  memuaskan,  dan  dari  kesemuanya  itu  tidak  terlepas  dari  proses  pembelajaran  yang  melibatkan  dua  faktor  utama  yang  saling  berinteraksi  guna  mencapai  tujuan  pendidikan  yaitu guru  dan  siswa. Hal  yang  perlu  di  ketahui  dan  dijalankan  oleh  guru  dalam  melaksanakan  interaksi  kegiatan  pembelajaran,  di  samping  memperhatikan  adanya  sarana,  alat  dan  materi,  kurikulum  pembelajaran,  lingkungan  pembelajaran  juga  harus  memperhatikan  metode  penyampaian  materi  pelajaran.
Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar  Hilan  baji, desa  Tanjung  kemala, Kecamatan, Pugung, Kabupaten Tanggamus telah  melakukan  berbagai  upaya  untuk  meningkatkan  mutu  pendidikan  dan  hasil  belajar  khususnya pada kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa,  di antaranya  dengan  memilih  guru  yang  berkualitas  dalam  bidang nya,  melengkapi  sarana dan  prasarana  sekolah  seperti  kelengkapan  buku-buku  diperpustakaan, kelengkapan  ruang  belajar,  alat  pelajaran  yang  relevan,  dan  salah  satu  kiat  dalam  rangka  meningkatkan  hasil  belajar  siswa  adalah dengan pemilihan metode pembelajaran yang tepat dan akurat sesuai dengan tingkat kemampuan siswa serta mengaktifkan  kegiatan  belajar  mengajar  dan  disiplin  kehadiran  siswa.
Namun dari upaya tersebut diatas banyak mengalami berbagai hambatan baik dari siswa sendiri, kompetensi guru, sarana yang belum memadai, sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa salah satunya adalah rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an siswa,
Rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dikarenakan guru dalam menyampaikan kurang menarik perhatian siswa dan pada umumnya guru terlalu cepat dalam menyampaikan materi pelajaran. Sehingga siswa dalam memahami dan menguasai materi masih kurang, yang ditunjukkan dengan nilai yang diperoleh siswa cenderung rendah. Berdasarkan identifikasi terhadap masalah yang ditemukan di kelas terdapat beberapa kelemahan belajar siswa Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar  Hilan  baji, desa  Tanjung  kemala yaitu  1) siswa tidak mampu menguasai hubungan antar konsep, 2) siswa kurang memperhatikan materi yang diberikan guru, 3) siswa kurang dalam mengerjakan latihan-latihan soal, 4) siswa malu bertanya tentang materi yang belum dimengerti.
Masalah-masalah tersebut diduga merupakan masalah-masalah yang berkaitan  dengan proses pembelajaran yang dilakukan guru. Terutama pada pelajaran Al-Qur’an Hadits pada pokok bahasan membaca / qiro’ah. Berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar  Hilan  baji, desa  Tanjung  kemala, siswa kurang melaksanakan praktek membaca yang dilakukan dengan terus menerus. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya hasil ulangan harian yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 1  Rata-rata nilai Al-Qur’an Hadits pada sub materi mambaca / qiro’ah siswa kelas V Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar  Hilan  baji, desa  Tanjung  kemala
Nilai
Jumlah siswa
Persentase (%)
< 60
15
75 %
≥60
5
25 %
Jumlah
20
100 %
Kreteria Ketuntasan Minimal  (KKM)  = 60

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 65 hanya sebesar 25 %. Sementara itu guru menginginkan nilai yang memuaskan dengan target semua siswa dapat menyelesaikan dan memenuhi standar ketuntasan minimal mata pelajaran qur’an Hadits yaitu 65, oleh karena itu guru harus berusaha agar harapan dapat terwujud. Dalam rangka mewujudkan harapan itu maka perlu dilakukan upaya secara terpadu dengan melakukan beberapa pendekatan teknik dan metode yang dianggap tepat, dalam penelitian ini penulis mencoba menerapkan metode drill dalam upaya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas V Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar  Hilan  baji, tahun pelajaran 2011/2012.
Metode drill adalah Metode drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu keterampilan agar menjadi bersifat permanen. Ciri yang khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal yang sama.[5]

Seorang siswa perlu memiliki ketangkasan atau keterampilan dalam sesuatu, misalnya dalam memahami huruf maupun suku kata dan membacanya. Sebab itu di dalam proses mengajar belajar, perlu diadakan latihan untuk menguasai keterampilan tersebut. Maka salah satu teknik penyajian pelajaran untuk memenuhi tuntutan tersebut ialah teknik latihan atau drill. Ialah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
Latihan yang praktis, mudah dilakukan, serta teratur melaksanakannya membina anak dalam meningkatkan penguasaan keterampilan itu; bahkan mungkin siswa dapat memiliki ketangkasan itu dengan sempurna. Hal ini menunjang siswa berprestasi dalam bidang membaca khususnya membaca Al-Qur’an. Teknik ini memang banyak digunakan untuk pelajaran membaca. Dalam hal ini banyak cara yang memerlukan latihan khusus dan teratur, serta pengawasan dari trainer yang baik. Kemampuan untuk mencapai keberhasilan belajar secara akurat dan tuntas adalah dengan berlatih dan melakukan praktek, yang diterapkan pada berbagai subjek membaca. Berlatih juga bisa dikatakan bagian dari praktek sebagai prosedur pembelajaran, contohnya: Drill (berlatih): mengeja kata, menghapal, dan sebagainya.

B.     Identifikasi Masalah
Permasalahan  dalam  penelitian  ini  adalah :
1.      Kurangnya kemampuan Dalam membaca Al-Qur’an Khususnya mata pelajaran Al-Qur’an hadits yang diperoleh siswa  kelas  V (lima) di Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar  Hilan  baji, desa  Tanjung  Kemala, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.
2.      Penggunaan  metode  mengajar  guru di  MI Masyariqul Anwar Hilian baji, Tanjung  Kemala  Kecamatan  Pugung,  Kabupaten  Tanggamus kurang  bervariasi.

C.    Pembatasan Masalah
Pembatasan  Masalah  diperlukan  untuk  mempermudah  pembahasan  dan supaya  permasalahan  menjadi  jelas dan peneliti  bisa  terfokus pada penelitian  yang di telitinya. Adapun pembatasan masalah penelitian ini adalah Penggunaan  metode  drill  dalam  upaya peningkatan  kemampuan Membaca  Al-Qur’an  siswa di  Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar  Hilan  baji, desa  Tanjung  Kemala, Kecamatan, Pugung, Kabupaten Tanggamus.

D.    Rumusan masalah
Masalah adalah kesenjangan yang terjadi antara yang seharusnya dengan   kenyataan yang ada di lapangan. Berdasarkan  latar belakang  masalah,  maka  rumusan  masalah  pada  penilitian  ini  adalah: “Apakah dengan menggunakan metode  drill  dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas V Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar  Hilan  Baji tahun pelajaran  2011/2012”

E.     Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian  ini  yaitu  untuk :
a.         Untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di  Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar  Hilan  baji, desa  Tanjung  Kemala, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.
b.         Untuk  mengetahui  apakah  dengan  metode  drill   dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di  Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar  Hilan  baji, desa  Tanjung  Kemala, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

F.     Manfaat  Penelitian  
Manfaat  penelitian  ini  diharapkan  dapat  memberikan  sumbangan  pemikiran guru  dan  siswa, sebagai berikut :
a.       Bagi guru
Bagi  guru  dapat  memperkaya  metode  pembelajaran  yang  dilakukan   dikelas  khususnya  mata  pelajaran  Al-Qur’an  hadist dan pembelajaran  membaca  Al-Qur’an  di  Madrasah Ibtidaiyah Masyariqul  Anwar Dusun  Hilian Baji Desa Tanjung Kemala Kecamatan Pugung Kabupaten  Tanggamus Sebagai sumbangan pemikiran penulis bagi peningkatan mutu   pendidikan terutama dalam  kemampuan membaca Al-Qur’an.
b.      Bagi siswa
Bagi  siswa dapat  mengembangkan  kemampuan  belajar   interaksi  dengan  sesama  siswa  maupun  guru,  melalui  metode dril
c.       Bagi sekolah
Manfaat penelitian ini bagi sekolah adalah meningkatkan mutu      pendidikan Al-Qur’an hadits khususnya dan mata pelajaran lain yang relefan di Madrasah  Ibtidaiyah ( MI ) Masyariqul Anwar 


[1] Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf, Riyadatus Shalihin,Terjemahan Salim Bahresi, PT. Al-Ma'arif, Bandung, 1987. h. 123.
[2] Rifa’i Moh, Al-Qur’an Dan Terjemahnya, Wicaksana, Semarang, 1994, h. 1079
[3] Ibid, h. 635.
[4] Tayar Yusuf dan Yurnalis Etek, Keragaman Tekhnik Evaluasi dan Metode Penerapan Jiwa Agama,  PT. Ind. HIP-Co, Jakarta, 1987, h.105.
[5] Nana Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru, Bandung,1989, h. 86.

0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites